SAAT penyanyi lain masih bermimpi untuk go international, penyanyi kelahiran Surabaya, Jawa Timur, ini sudah kenyang melanglang buana.

Lewat musik, dia bisa menginjakkan kaki di berbagai belahan dunia, mulai dari Australia, Inggris, Rusia, Korea Selatan, Afrika, hingga Amerika Serikat. Rio Sidik, namanya.

Kakak kandung aktor Dian Sidik ini sebelumnya menetap di Bali. Dari cafe ke cafe, vokal dan permainan terompetnya mulai dikenal oleh turis mancanegara. Undangan manggung pun berdatangan.

Sepintas, orang akan menyebut Rio sebagai musisi jazz. Tapi, jangan coba mengkonfirmasi hal ini pada yang bersangkutan. Sebab dia akan bingung menjawabnya.

“Aku tuh pengennya nggak dibilang genre. Aku bermusik dari dalam hati, dengan jujur dan ikhlas. Di album aku itu mewakili banyak jenis musik. Ada pop, reggae, blues, bahkan house music,” Rio membuka percakapan dengan wartawan di sela acara musik Indonesia Harmoni di Studio TVRI, Jakarta, belum lama ini.

Ya, beberapa waktu lalu Rio yang mendiskripsikan musiknya dengan “my music is a good music” memang baru saja menelurkan album.

Ini merupakan album pertama yang dirilis seorang Trumpeter di Tanah Air. Semakin istimewa, karena proses rekamannya dilakukan secara live, dengan sekali take.

Single yang saat ini sedang gencar dipromosikan berjudul “If”. Kisah dibalik lagu tersebut tidak sesimpel judulnya.

“Lagu ini tentang mantan (istri) aku. Sepuluh tahun menikah, lalu harus berpisah. Sakit banget. Ini lagu galau abis,” cerita Rio yang kini sudah kembali menikah dengan seorang wanita Rusia.

Rio tak ingin musiknya hanya dinikmati oleh para bule. Dia berangan-angan untuk bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. “Semakin banyak orang dengar musik aku, semakin asik,” pungkasnya.

(ari/gur)

Sumber: http://www.tabloidbintang.com/articles/film-tv-musik/kabar/16423-menolak-dikotakkotakkan-rio-sidik-bermusik-dari-hati